Cara Negosiasi Yang Baik

Sebenarnya tanpa kita sadari, setiap hari kita sesungguhnya selalu melakukan negosiasi. Negosiasi adalah sesuatu yang kita lakukan setiap saat dan terjadi hampir di setiap aspek kehidupan kita. Selain itu negosiasi adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan kepentingan. Kita memperoleh apa yang kita inginkan melalui negosiasi. Mulai dari bangun pagi, mungkin kita harus mengambil kesepakatan siapa yang harus menggunakan kamar mandi terlebih dahulu, kemudian apakah sopir harus mengantar isteri anda atau anda terlebih dahulu. Demikian pula di kantor misalnya kita melakukan negosiasi dalam rapat direksi, rapat staf, bahkan untuk menentukan dimana akan makan siang kita harus bernegosiasi dengan rekan sekerja kita.

Jadi kita semua pada dasarnya adalah negosiator. Beberapa dari kita melakukannya dengan baik, sedangkan sebagian lagi tidak pernah memenangkan negosiasi. Sebagian kita hanya menjadi pengikut atau selalu mengikuti dan mengakomadasi kepentingan orang lain. Negosiasi dilakukan oleh semua manusia yang berinteraksi dengan manusia lainnya. Mulai dari anak kecil sampai orang tua, semua lapisan dari kalangan sosial terbawah sampai dengan kaum elit di kalangan atas. Negosiasi dilakukan mulai dari rumah, sekolah, kantor, dan semua aspek kehidupan kita. Oleh karena itu penting bagi kita dalam rangka mengembangkan dan mengelola diri (manajemen diri), untuk dapat memahami dasar-dasar, prinsip dan teknik-teknik bernegosiasi sehingga kita dapat melakukan negosiasi serta membangun relasi yang jauh lebih efektif dan lebih baik dengan siapa saja. Continue reading

Advertisements

Word of Mouth [WOM]

Word of Mouth atau biasa disingkat WOM, terkadang sering juga diartikan dengan sebutan “Marketing Lewat Mulut” (MLM-bukan Multi Level Marketing) dan dalam bahasa jawa disebut “Gethok Tular”.

Mengapa banyak perusahaan tertarik dengan metode ini ?
Selain memang cukup efektif, namun menurut hemat saya, sebagian besar
karena metode ini GRATIS, bukankah yang gratis banyak penggemarnya ?
Coba bandingkan dengan biaya komunikasi kepada konsumen yang harus
dikeluarkan jika memilih menggunakan media lain seperti TV, Koran atau
Billboard ?

Memperkenalkan produk atau Jasa dengan cara WOM, seyogyanya lebih
pantas untuk produk/jasa yang sudah lama launching. Karena untuk
produk baru, rata-rata belum memiliki base pelanggan, sehingga akan
sangat lama untuk menjadi besar.

Bisnis dari mulut ke mulut merupakan cara promosi yang cepat dan dapat diterima oleh masyarakat kita.

Kenapa begitu, berikut ini beberapa alasan :
1. Informasi dari mulut ke mulut cenderung cepat tersebar karena, satu orang yang memiliki info tersebut sedikitnya akan menyebarkan info tersebut kepada 5 orang kerabatnya. Dan apabila 5 orang kerabatnya menyebarkan info tersebut kepada 5 rekannya maka info tersebut sudah dapat diterima oleh 25 orang lain, dan begitu seterusnya yang akan terjadi. (Namun info ini akan cenderung cepat tersebar bila info yang disebarkan bersifat negatif).

2. Si penerima info di masyarakat kita biasanya cenderung akan tertarik untuk mencoba/mempercayai produk yang diceritakan oleh kerabatnya

3. Tingkat kepercayaan si penerima info biasanya lebih tinggi karena yang menyampaikan info tersebut adalah orang yang dia kenal.

4. Biaya yang dibutuhkan sedikit (bahkan cenderung tidak ada biayanya)

Itulah beberapa alasan mengapa Mouth To Mouth bisa berjalan efektif ,
apalagi bila info yang disebarkan mengenai produk yang berkaitan dengan wanita itu bisa lebih cepat tersebar .

Dari banyak penelitian  melalui SurveyOne, orang Indonesia akan menceritakan kepada sedikitnya 3 orang untuk hal-hal yang membuatnya senang atau puas. Namun, sebaliknya dia akan menceritakan kepada sedikitnya 15 orang untuk hal-hal yang membuatnya mengecewakan dan kepada sebanyak-banyaknya orang untuk hal-hal yang menjengkelkannya.
“WOM laksana bola salju, jika dapat terus menggelinding maka semakin hari akan semakin besar bolanya dan semakin banyak orang yang bisa melihatnya.¬† Namun jika bola tersebut berhenti menggelinding karena
tersangkut dipohon atau dibebatuan, maka siapa yang akan mendorongnya
agar dapat terus menggelinding? ”

Menggunakan Metode WOM memiliki keuntungan dan Kerugian.

Kerugiannya :
1. Informasi tidak bisa dikontrol

Sehingga bisa saja hal Biasa menjadi Buruk atau bahkan menjadi “Luar Biasa” tergantung si pembawa berita.
2. Tidak ada target waktu mencapai tujuan WOM

Tidak bisa ditentukan jumlah pelanggan baru sebesar % dengan metode ini.
3. Mudah ditiru oleh kompetitor
4. Terkadang merek kita yang dibicarakan tetapi merek kompetitor yang
“panen”

Misalnya manfaat refleksi atau manfaat minum buah mengkudu, belum tentu produk yang dibeli adalah merek kita, bisa jadi yang dibeli adalah merek kompetitor yang berlokasi lebih dekat dengan calon pelanggan.
5. Tidak cocok untuk produk atau jasa yang baru diluncurkan
6. Produk/jasa harus benar-benar prima atau yang terbaik, karena
jarang atau hampir tidak ada orang yang merekomendasikan produk yang
biasa saja.

Keuntungannya :
1. Murah bahkan Gratis
2. Saat ini dapat menyebar dengan cepat dengan menggunakan VIRAL MARKETING
3. Lebih mudah meyakinkan calon konsumen karena informasi bersumber
dari orang yang dikenal
4. Tingkat loyalitasnya lebih tinggi
5. Lebih cepat menimbulkan pembelian dibanding dengan metode
komunikasi lainnya.

Terakhir, metode WOM lebih cocok digunakan untuk bidang JASA
dibandingkan untuk bidang PRODUK.

Coba ingat-ingat : apakah Rumah Sakit, Dokter, Taksi, Restaurant atau
Hotel atau yang kita pilih/gunakan selama ini karena iklannya
diberbagai media atau karena rekomendasi dari orang yang kita kenal?